RADARMALL.CO.ID - Harga beras kembali menjadi sorotan setelah tren kenaikan yang terjadi sepanjang Agustus 2025 memicu peringatan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Ia menegaskan potensi tekanan Inflasi akibat kenaikan harga beras perlu diwaspadai meski inflasi nasional masih relatif terjaga.
Pemerintah diminta lebih sigap karena Beras adalah komoditas pangan utama yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa Inflasi secara nasional berada di angka 2,31 persen, tetapi tren harga beras tetap mengkhawatirkan.
"Inflasi yang berasal dari volatile food bisa dikendalikan, meskipun kita tetap harus waspada terhadap inflasi yang berasal dari harga pangan terutama beras," ujar Sri Mulyani.
Ia mengingatkan bahwa Inflasi yang bersumber dari pangan bisa berubah cepat, apalagi jika distribusi tidak terkendali.
Pernyataan ini sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik yang mencatat lonjakan harga Beras di hampir semua lini distribusi.
Data terbaru menunjukkan rata-rata harga Beras di penggilingan mencapai Rp14.596 per kilogram, naik cukup tajam dibanding bulan sebelumnya yang berada di Rp13.346 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, lonjakan harga mencapai lebih dari 6 persen. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menekankan kenaikan ini sebagai sinyal penting yang tak bisa diabaikan.
"Rata-rata harga Beras di penggilingan naik signifikan dan ini harus menjadi perhatian," ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers virtual, Senin, 1 September 2025.
Bila dilihat lebih rinci, harga Beras premium naik 2,32 persen secara bulanan dan 5,77 persen secara tahunan. Untuk beras medium, kenaikan tercatat 1,46 persen secara bulanan serta 6,58 persen secara tahunan.
Di tingkat grosir, harga rata-rata menyentuh Rp14.292 per kilogram dengan Inflasi bulanan 0,64 persen dan inflasi tahunan 5,56 persen. Sedangkan di pasar eceran, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam dengan harga Rp15.393 per kilogram, naik 0,73 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan harga Beras terjadi di tengah catatan deflasi nasional sebesar 0,08 persen pada Agustus 2025. Ironisnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru menjadi penyumbang deflasi dengan penurunan harga rata-rata 0,29 persen.
Namun beras tetap memberi andil Inflasi meskipun kecil, yaitu sebesar 0,03 persen, lebih rendah dari bulan Juli yang menyumbang 0,06 persen.