Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya harga beras terhadap kestabilan ekonomi nasional. Saat cabai rawit bisa menyumbang deflasi, beras justru tetap memberikan dorongan Inflasi meski kontribusinya mengecil.
Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana harga Beras selalu menjadi indikator utama kesejahteraan masyarakat sekaligus barometer ketahanan pangan Indonesia.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar langkah pemerintah mampu menstabilkan harga Beras. Sebab, di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif, beras tidak hanya sekadar bahan pangan, melainkan simbol kestabilan daya beli rakyat.
Dengan pengawasan ketat dan strategi distribusi yang tepat, potensi tekanan Inflasi akibat kenaikan harga beras diharapkan bisa diminimalisir agar tidak mengganggu roda perekonomian.
Artikel ini sebelumnya telah terbit di Radar Lampung dengan judul: Harga Beras Terus Naik, Ingat Ancaman Inflasi!