Kini cadangan Emas Rusia mencapai sekitar 2.300 ton, menjadikannya tameng utama menghadapi sanksi Barat.
Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua dunia juga terus menambah stok Emas. Saat ini Beijing menguasai sekitar 2.200 ton emas, dengan tujuan memperkuat posisi yuan di kancah global.
Banyak analis meyakini kepemilikan Emas Tiongkok akan terus meningkat demi mendukung ambisi internasionalisasi mata uangnya.
India, yang memiliki ikatan budaya kuat dengan Emas, kini menjadikan logam mulia ini sebagai strategi moneter. Cadangan emas resmi negara tersebut sudah menembus 800 ton.
BACA JUGA: Intji: Tes PPPK Dilakukan secara Profesional
Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral India terus menambah stok Emas agar cadangan devisanya lebih kebal terhadap fluktuasi mata uang global.
Turki pun tak mau ketinggalan. Dengan cadangan Emas lebih dari 600 ton, Ankara memanfaatkan logam mulia ini untuk meredam ketidakstabilan lira dan inflasi tinggi.
Bagi Turki, Emas menjadi benteng terakhir yang menjaga perekonomian tetap berdiri di tengah guncangan.
Dari fakta-fakta ini, terlihat jelas bahwa Emas tidak hanya dipandang sebagai komoditas investasi, tetapi juga sebagai cadangan devisa paling strategis.
Dengan nilai yang cenderung stabil dan peran vital dalam menjaga legitimasi moneter, Emas terus menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam ekonomi global.
Maka tak berlebihan jika banyak negara melihat masa depan cadangan devisa mereka semakin bergantung pada Emas.
Artikel ini sebelumnya telah tayang di Radar Lampung dengan judul: Delapan Negara Gunakan Emas sebagai Cadangan Strategis