Emas Kembali Jadi Primadona Cadangan Devisa Global

Emas kembali menguat sebagai cadangan devisa strategis yang menjaga stabilitas moneter banyak negara di tengah gejolak global.
gambar-user/x1sSgkyRQgwlmjCIMLXZdL3CMvpko0AdTRjefRoJ.jpg
Rizki Pramajaya - Rabu, 10 Sep 2025 - 11:31 WIB
Emas Kembali Jadi Primadona Cadangan Devisa Global
Ilustrasi Emas batangan - Foto: Dok. Radarmall.co.id
Advertisements

Kini cadangan Emas Rusia mencapai sekitar 2.300 ton, menjadikannya tameng utama menghadapi sanksi Barat.

Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua dunia juga terus menambah stok Emas. Saat ini Beijing menguasai sekitar 2.200 ton emas, dengan tujuan memperkuat posisi yuan di kancah global.

Advertisements

Banyak analis meyakini kepemilikan Emas Tiongkok akan terus meningkat demi mendukung ambisi internasionalisasi mata uangnya.

India, yang memiliki ikatan budaya kuat dengan Emas, kini menjadikan logam mulia ini sebagai strategi moneter. Cadangan emas resmi negara tersebut sudah menembus 800 ton.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral India terus menambah stok Emas agar cadangan devisanya lebih kebal terhadap fluktuasi mata uang global.

Turki pun tak mau ketinggalan. Dengan cadangan Emas lebih dari 600 ton, Ankara memanfaatkan logam mulia ini untuk meredam ketidakstabilan lira dan inflasi tinggi.

Advertisements

Bagi Turki, Emas menjadi benteng terakhir yang menjaga perekonomian tetap berdiri di tengah guncangan.

Dari fakta-fakta ini, terlihat jelas bahwa Emas tidak hanya dipandang sebagai komoditas investasi, tetapi juga sebagai cadangan devisa paling strategis.

Dengan nilai yang cenderung stabil dan peran vital dalam menjaga legitimasi moneter, Emas terus menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam ekonomi global.

Maka tak berlebihan jika banyak negara melihat masa depan cadangan devisa mereka semakin bergantung pada Emas.

Advertisements

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Radar Lampung dengan judul: Delapan Negara Gunakan Emas sebagai Cadangan Strategis

HALAMAN:
Follow Channel WhatsApp : RADARMALL.CO.ID
Advertisements
Share:
Editor: Rizki Pramajaya
Source:

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Tag Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements